Modul 4 : Adaptasi Praktis dan Kesehatan Mental
Adaptasi Agama & Etika di Kerajaan Arab Saudi
MODUL
A. LATIHAN JOURNALING DIGITAL “SURAT UNTUK DIRI SENDIRI” (5–10 MENIT/HARI) DAN SHARING REFLECTION
Teknik Reflektif untuk Ketenangan, Identitas, dan Pemulihan Diri
1. Tujuan Utama
Latihan ini dirancang untuk membantu peserta:
Mengelola emosi dan kejutan budaya.
Membangun kesadaran diri dan empati terhadap pengalaman pribadi.
Menguatkan self-acceptance (penerimaan diri).
Menyalurkan stres dan kesepian melalui ekspresi tertulis.
“Ketika kita menulis untuk diri sendiri, kita sedang berdialog dengan jiwa yang kadang sulit kita dengar.”
2. Prinsip Dasar Metode
Digital Journaling adalah bentuk modern dari terapi ekspresif:
Menulis di media digital (ponsel, laptop, aplikasi journaling, Google Docs, atau Canva) dengan panduan reflektif.
Didasarkan pada prinsip:
Self-Reflection: mengenali pikiran dan emosi.
Emotional Release: melepaskan tekanan batin.
Reframing: melihat pengalaman dari sudut baru.
Self-Compassion: mengubah kritik menjadi kelembutan terhadap diri.
3. Struktur Dan Contoh
Struktur “Surat Untuk Diri Sendiri”
Formatnya seperti menulis surat pribadi kepada versi diri yang lain, bisa masa lalu, masa depan, atau diri saat ini yang sedang berjuang.
Langkah 1. Pembuka
“Hai, aku…”
Mulailah dengan menyapa diri sendiri secara lembut.
Contoh:
“Hai, aku yang sedang berjuang jauh dari rumah. Aku tahu kamu lelah, tapi aku ingin bicara denganmu sebentar.”
Langkah 2. Ekspresi & Kejujuran
Tuliskan apa yang sedang kamu rasakan tanpa sensor.
Contoh:
“Aku merasa bingung hari ini. Aku rindu keluarga, tapi aku juga bangga bisa bertahan sejauh ini.”
Langkah 3. Refleksi & Makna
Tanyakan pada diri:
Apa yang sebenarnya membuatku sulit hari ini?
Apa yang sedang ingin aku pelajari dari pengalaman ini?
Adakah hal kecil yang masih membuatku bersyukur?
Contoh:
“Mungkin ini bukan tentang tempatnya yang sulit, tapi tentang aku yang sedang belajar bertumbuh di tanah asing.”
Langkah 4. Dukungan Diri
Tulis pesan penyemangat dari versi dirimu yang penuh kasih.
Contoh:
“Aku bangga padamu karena kamu tidak menyerah.
Kalau besok terasa berat, cukup bernapas dan mulai lagi. Kamu sudah cukup.”
Langkah 5. Penutup
Akhiri surat dengan tanda kasih pada diri sendiri.
“Dari aku yang percaya kamu akan baik-baik saja. ”
MULAI JOURNALING
https://docs.google.com/document/d/1ogjdYeF96AKQvbl6YeHVUg2jf5nt0Dc-rhXgkUuCYdw/edit?usp=drive_link
B. LATIHAN WORKSHEET “NILAI SAYA VS NILAI BUDAYA ARAB”
Teknik Reflektif-Interaktif untuk Kecerdasan Budaya dan Adaptasi Nilai
1. Tujuan Umum:
Membantu peserta:
Mengenali sistem nilai pribadi (budaya asal) dan nilai masyarakat Arab.
Memahami bahwa perbedaan bukan kesalahan, tapi konteks budaya.
Menemukan titik keseimbangan antara identitas diri dan adaptasi sosial.
Tujuan reflektif:
“Bagaimana saya bisa tetap menjadi diri sendiri, sambil tetap menghormati nilai-nilai tempat saya bekerja atau tinggal?”
2. Konten dan Struktur Worksheet
Worksheet bisa dibuat di Word/ Google Docs /kertas cetak A4
Dibagi menjadi 3 bagian:
a. BAGIAN 1: Nilai Reflektif pribadi
Tujuan: Membangkitkan kesadaran nilai pribadi.
Instruksi :“Tuliskan 5 nilai hidup yang paling penting bagi kamu pribadi.
(Contoh: kejujuran, kebersamaan, kemandirian, sopan santun, kesetaraan).”
Contoh worksheet:
Contoh : “Misalnya, saya menghargai keterbukaan karena saya tumbuh di lingkungan yang komunikatif.”
b. BAGIAN 2: Pengenalan Nilai Budaya Arab
Tujuan: Mengenalkan prinsip dasar nilai Arab tanpa stereotip.
“Setiap budaya punya logika internalnya — bukan untuk dibandingkan, tapi untuk dipahami.”
c. BAGIAN 3: Worksheet Reflektif
Tujuan: Membandingkan dan merefleksikan secara pribadi, bukan menilai.
Contoh :
Cara berpakaian:
Nilai saya: pakaian rapi tapi bebas.
Nilai Arab: pakaian tertutup, tidak ketat.
Adaptasi: saya akan tetap tampil rapi tapi lebih sopan sesuai konteks.
Format worksheet utama:
LET’S START :
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1jKOdiYD1ZSj6w2PUWA0H1mU5bjsRhY7vN8UU
B6aEgkg/edit?usp=drive_link
3.Refleksi Akhir dan Diskusi (yuk Diskusi)
3.LATIHAN RELAKSASI NAPAS 4–7–8
Latihan relaksasi napas 4–7–8 atau disebut juga “The Relaxing Breath Technique” berasal dari pendekatan psikofisiologis (Dr. Andrew Weil, Harvard, 2011), dan efektif untuk menenangkan sistem saraf, menurunkan stres, memperbaiki tidur, serta mengatasi gejala culture shock atau homesickness.
1. TUJUAN LATIHAN
Tujuan utama:
Menurunkan ketegangan fisik & mental akibat adaptasi budaya.
Menstabilkan emosi sebelum refleksi diri, tes adaptasi, atau aktivitas kerja.
Melatih kesadaran tubuh (body awareness) dan keseimbangan napas.
Meningkatkan fokus, tidur, dan kontrol emosi.
Pesan utama:
“Napas adalah bahasa universal. Semua budaya mengenalnya, tapi tidak semua orang mendengarkannya.”
2.KONSEP ILMIAH DASAR
Teknik 4–7–8 menstimulasi sistem saraf parasimpatis → membuat tubuh rileks, menurunkan detak jantung, dan menenangkan pikiran.
Ritme 4–7–8:
- 4 detik → menarik napas (inhalasi)
- 7 detik → menahan napas (retensi)
- 8 detik → menghembuskan napas perlahan (ekshalasi)Saat dilakukan dengan konsisten, teknik ini:
- Menurunkan kadar kortisol (hormon stres)
- Meningkatkan heart rate variability (HRV)
- Membantu otak bertransisi ke gelombang alfa (tenang & fokus)
YUK MULAI PRAKTIK!





