Modul 3 : Adaptasi Agama dan Etika

Kode Etik Ilmu Keperawatan di Kerajaan Arab Saudi

MODUL

Edupa.id

1/31/20263 min read

girl in blue jacket holding red and silver ring
girl in blue jacket holding red and silver ring

A. PRINSIP DASAR ISLAM DAN TATA KRAMA SOSIAL DI SAUDI ARABIA

Islam bukan hanya agama; ia juga menjadi landasan nilai normative yang membentuk kehidupan pribadi, budaya, struktur sosial, dan hubungan antar-manusia di negara berlandaskan syariat seperti Saudi Arabia. Saudi Arabia sebagai negeri tempat lahirnya Islam, rumah bagi dua kota suci Makkah dan Madinah, menjadikan nilai Islam sebagai akar budaya dan etika sosial masyarakatnya.

I. Prinsip Dasar Islam dalam Kehidupan

  1. Tauhid (Keimanan kepada Allah) : Islam menegaskan keesaan Allah sebagai prinsip utama beragama, termasuk cara berinteraksi dengan orang lain.

  2. Rahmah (Kasih Sayang) : Islam menekankan kasih sayang kepada seluruh manusia sebagai bentuk perilaku etis

  3. Keadilan dan Kesetaraan : Keadilan adalah prinsip moral yang mencegah diskriminasi dan mendorong keseimbangan hak dan kewajiba

  4. Kebenaran dan Kejujuran (Sidq) : Kejujuran dalam tutur kata dan tindakan, penting dalam menjaga kepercayaan dalam hubungan sosial dan profesional.

  5. Etika Sosial (Adab & Tata Krama) : Islam menekankan adab atau tata krama dalam kehidupan sosial, mencakup sopan santun, menjaga hubungan antar-manusia, serta menghormati hak orang lain dalam bermasyarakat.

II. Budaya dan Tata Krama Sosial di Saudi Arabia

  1. Penghormatan terhadap Agama : Pentingnya menghormati waktu ibadah (shalat),termasuk larangan mengonsumsi alkohol atau produk berbasis babi di depan umat Muslim

  2. Sopan Santun dalam Interaksi : Interaksi sosial Saudi Arabia ditandai oleh rasa hormat, keramahan, dan kelembutan, Salam “As-Salamualaikum” adalah sapaan dasar yang mencerminkan kedamaian dan penghormatan.

  3. Busana Sopan & Tata Pakaian : Busana yang sopan adalah bagian dari norma sosial yang menghormati nilai Islam. Misalnya, wanita biasanya memakai abaya, sedangkan pria memakai thobe yang longgar dan sopan.

  4. Tata Krama Makan dan Pergaulan : Disarankan menggunakan tangan kanan saat makan dan memberi/ menerima sesuatu,tamu sering ditawari makanan lebih dari cukup sebagai tanda penghormatan.

  5. Peran Keluarga dan Hierarki Sosial : Keluarga diperhatikan sebagai unit sosial utama, dan menghormati orang tua serta orang yang lebih tua adalah bagian penting dari etika sosial Saudi.

  6. Batas Interaksi Antar Gender : Budaya dan norma sosial di Saudi Arabia tradisionalnya mengatur batasan interaksi antara pria dan wanita non-mahram (tidak terkait keluarga dekat).

KESIMPULAN

  • Prinsip Islam memberikan fondasi nilai moral yang bukan hanya bersifat teologis, tetapi juga membentuk adat budaya dan etika sosial di Saudi Arabia.

  • Tata krama Saudi adalah manifestasi dari kombinasi nilai Islam, tradisi suku Arab, dan praktik sosial yang sangat menghormati agama, keluarga, serta hubungan interpersonal yang sopan dan penuh penghormatan.

  • Menguasai kedua elemen ini sangat penting untuk interaksi sosial yang hormat, efektif, dan sesuai nilai lokal.

B. CODE OF ETHICS IN NURSING (Saudi Arabia)

Etika Profesional, Nilai Islam, dan Praktik Keperawatan bagi Perawat PMI

Di Arab Saudi, dokumen Code of Ethics formal terintegrasi dalam ‘Code of Ethics for Healthcare Practitioners’ yang berlaku lintas disiplin, bukan hanya untuk perawat secara khusus (seperti di banyak negara lain)

KODE ETIK ARAB SAUDI : DOWNLOAD DI SINI

CORE POINTS

1. Dasar Filosofis dan Nilai Moral

  • Kode etik kesehatan di Saudi Arabia bukan hanya dokumen profesional sekuler, tetapi berbasis pada nilai Islam, terutama konsep:
    - Rahmah (kasih sayang)
    - ‘Adl’ (keadilan)
    - Ikhlas & amanah (tanggung jawab moral)

  • Kode ini dibuka dengan Bismillāh al-Raḥmān al-Raḥīm → menunjukkan bahwa etika profesional dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab religius dan moral

2. Tanggung Jawab terhadap Pasien (Patients)

  • Perawat dan tenaga kesehatan diharuskan:
    - Menghormati martabat dan hak asasi setiap pasien, tanpa diskriminasi.
    - Menjunjung tinggi privasi dan kerahasiaan informasi pribadi pasien.
    - Memberikan informasi yang benar dan jelas serta menghormati keputusan pasien yang rasional.
    - Memberikan perawatan yang adil dan tidak merugikan pasien (non-maleficence).
    - Memprioritaskan keselamatan pasien dan kepentingan mereka

3. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat

  • Tenaga kesehatan wajib:
    - Menjalankan profesinya sebagai bentuk pelayanan untuk kemaslahatan masyarakat.
    - Meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui praktik profesional.
    - Menjadi teladan etis di komunitas dan mendukung kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan.

4. Tanggung Jawab terhadap Profesi dan Rekan Sejawat

  • Perawat/tenaga kesehatan harus:
    - Menjaga reputasi dan integritas profesi.
    - Bekerja sama secara etis dengan rekan kerja dan disiplin lain.
    - Menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan atau martabat profesional.
    - Melaporkan malpraktik atau perilaku bertentangan etika.

5. Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri

  • Kode juga menekankan:
    - Akun­tabilitas pribadi atas tindakan profesi.
    - Mengembangkan kompetensi dan keterampilan secara berkelanjutan.
    - Menjaga standar moral dan profesional dalam semua situasi.

6. Prinsip Etika Inti yang Diintegrasikan

  • Meskipun fokus dokumen berlaku untuk semua tenaga kesehatan,

  • Secara garis besar prinsip-prinsipnya cocok dengan etika keperawatan profesional internasional (ICN/ANA) dan meliputi:

7. Aspek Khusus Konteks Saudi / Islam

  • Beberapa komponen etika juga dipengaruhi oleh budaya dan sistem nilai lokal:
    - Perlakuan pasien dengan memperhatikan nilai kesopanan Islami (misalnya batas interaksi gender sesuai kebijakan fasilitas).
    - Mengintegrasikan etika pelayanan sebagai bentuk ibadah (amal), perawatan bukan sekadar tugas teknis.
    - Menghormati keluarga pasien dan struktur sosial sebagai bagian dari proses keputusan klinis.

Ringkasan Inti Isi Code of Ethics (Saudi)

  1. Penghormatan terhadap pasien : martabat, privasi, hak informasi.

  2. Tanggung jawab profesional : akuntabilitas, kompetensi, integritas.

  3. Tanggung jawab sosial : pelayanan masyarakat dan kepentingan umum.

  4. Hubungan kolegial : kerja tim, saling menghormati, pelaporan etis.

  5. Nilai Islami mendasar : rahmah, ‘adl’, amanah, bagian dari komitmen moral dan spiritual pelayanan.